Warkah Sedih Seorang Bapak...,
Rabu, 08 Desember 2010
Al~Fatihah... akhirnya pada usia 8 bln 22 hari, anakku menghadap Pencipta-nya
A'kum w.b.t...
Setelah bertarung dengan tsunami yang sangat ganas dan menakutkan,
Akhirnya kehidupan Ghaitsa Zahira Saffa,salah satu permata
Hatiku berakhir bersamaan datangnya waktu dhuha.
Pada pagi itu, genap usianya 8 bulan 22 hari di muka bumi ini.
Dari jumlah itu, terlalu banyak kebahagiaan yang diberikan kepada kami,
kebahagiaan yang sulit untuk deterjemahkan dengan kata - kata
Dia tidak pernah menyusahkan kami malahan dia memberi semangat
hidup bagi kami dalam mengarungi kehidupan di bumi Allah ini.
Dihari terakhir hayatnya, kala bumi di guncang dengan kekuatan
Yang maha dahsyatnya,kupeluk istriku tercinta dan permata hatiku
Dengan dekapan yang kuat sambil tak putus – putusnya mengucapkan
Kalimah – kalimah Allah.
Saat itu aku sempat berpikir,apakah telah tiba waktu yang dijanjikan
Allah melalui kekasihnya Muhammad SAW,bahwa hari kiamat
Akan tiba.
Dipagi itu juga aku sempat bertanya kepada Allah,”Ya Allah,
Bagaimanakah nasib permata hatiku yang satu lagi,yang saat sekarang
Berada di rumah kakak ku”,semoga Engkau melindunginya
Ya Allah.
Dipagi itu juga aku sempat berpikir,kalau ini hari terakhir kami tinggal
dibumiMu ya Allah,apakah sudah cukup bekal yang akan kami bawa
untuk menghadapmu.
Gempa yang kami rasakan sungguh luar biasa,sehingga banyak barang – barang
Yang berada di ketinggian berjatuhan,sungguh kami tidak punya kemampuan
Apa – apa untuk mengatasi apa yang sedang Engkau coba kepada kami.
Saat gempa telah mereda,kami bereskan semua barang – barang yang
Berserakan,aku gendong permata hatiku,kubawa ke kamar mandi untuk
Kumandikan,dalam pikiranku tidak terbayang bahwa itulah hari
Terakhir diriku memandikan permata hatiku.
Selesai kumandikan,kupakaikan bajunya serta kuberi bedak dan minyak wangi,setelah selesai semuanya,kami melangkahkan kaki ke rumah kakak yang tidak jauh jaraknya,demi mengetahui keadaan permata hatiku yang pertama.
Alhamdulillah Ya Allah,Engkau memang tidak membuat hambaMu berputus asa,kulihat permata hatiku yang pertama bercengkerama dengan melepaskan senyum menyambut kehadiran kami.
Selang berapa saat,Engkau gerakkan langkahku untuk meninggalkan rumah,hanya untuk mencari tahu bagaimana perjalanan orang tuaku yang saat itu sedang menuju ketempat kami.
Inilah ketentuanMu Ya Allah yang sampai detik ini diriku belum tau apa hikmahnya dibalik semua itu,karena begitu sepeninggalku Engkau kirimkan air laut dalam bentuk gelombang besar yang orang katakan sebagai tsunami,
Ya Allahhh………..,tidak dapat kubayangkan bagaimana anak dan istriku berusaha untuk mempertahankan hidup,bagaimana permata hatiku berjuang melawan ganasnya air tsunami,andai nya Ya Allah,diriku berada di sisi mareka
Tentu dapat kurasakan apa yang mareka rasakan.
Dalam kebimbangan,kuserahkan kehidupan istri dan permata hatiku ke tanganMu,semoga Engkau menjaganya.
Ya Allah,Engkau juga tidak menyia – nyiakan permohonanku,Engkau masih menyelamatkan seorang permata hatiku yang
Pertama walau ibunda dan adiknya Engkau bawa dalam dekapanMu
Ya Allah………,ternyata Engkau sangat menyintai istri dan
Permata hatiku,sehingga engkau tidak rela mareka dicintai oleh selain diriMu
Karena kekasihmu Rasulullah Muhammad SWA pernah mengatakan
Orang yang dicinta takkan berada jauh dari yang menyintainya
Sungguh…,diriku tidak sanggup menandingi memberikan cinta
Kepada istri dan permata hatiku denganMu Ya Allah,karena diriMu lah
Yang Maha mempunyai rasa kasih sayang dan cinta kepada hambaMu
Engkaulah pemilik dari rasa cinta dan kasih sayang itu
Ya Allah……..,Engkau telah menjemput istri dan permata hatiku,
Tempatkanlah mareka berdua di sisimu ya Allah.
Dengan mengharap pengampunan dosa dariMu,dengan segala keridhaan
Dari diriku sebagai seorang suami,ampunilah dosanya dan
Berilah tempat yang terbaik disisiMu Ya Allah
Karena Engkau telah berjanji bahwa keridhaan seorang suami
Bagi seorang istri akan mendapatkan tempat yang istimewa di sisimu
Di akhir warkah ini kuberharap padaMu Ya Allah….,berilah
Ketabahan bagi diriku dan permata hatiku yang masih Engkau
Beri keselamatan untuk menjalani hidup ini dalam
Mengumpulkan bekal untuk pergi menghadap diriMu di waktu
Yang tidak seorangpun bisa mengetahuinya
Semua yang saya alami itu telah menjadi rahmat
yang tidak terhingga dari Allah. Insyallah, saya akan selalu berdoa kepadamu
Istriku dan permata hatiku
Al-Fatihah untuk Ghaitsa Zahira Saffa Binti Munawar Khalil
A'kum w.b.t...
Setelah bertarung dengan tsunami yang sangat ganas dan menakutkan,
Akhirnya kehidupan Ghaitsa Zahira Saffa,salah satu permata
Hatiku berakhir bersamaan datangnya waktu dhuha.
Pada pagi itu, genap usianya 8 bulan 22 hari di muka bumi ini.
Dari jumlah itu, terlalu banyak kebahagiaan yang diberikan kepada kami,
kebahagiaan yang sulit untuk deterjemahkan dengan kata - kata
Dia tidak pernah menyusahkan kami malahan dia memberi semangat
hidup bagi kami dalam mengarungi kehidupan di bumi Allah ini.
Dihari terakhir hayatnya, kala bumi di guncang dengan kekuatan
Yang maha dahsyatnya,kupeluk istriku tercinta dan permata hatiku
Dengan dekapan yang kuat sambil tak putus – putusnya mengucapkan
Kalimah – kalimah Allah.
Saat itu aku sempat berpikir,apakah telah tiba waktu yang dijanjikan
Allah melalui kekasihnya Muhammad SAW,bahwa hari kiamat
Akan tiba.
Dipagi itu juga aku sempat bertanya kepada Allah,”Ya Allah,
Bagaimanakah nasib permata hatiku yang satu lagi,yang saat sekarang
Berada di rumah kakak ku”,semoga Engkau melindunginya
Ya Allah.
Dipagi itu juga aku sempat berpikir,kalau ini hari terakhir kami tinggal
dibumiMu ya Allah,apakah sudah cukup bekal yang akan kami bawa
untuk menghadapmu.
Gempa yang kami rasakan sungguh luar biasa,sehingga banyak barang – barang
Yang berada di ketinggian berjatuhan,sungguh kami tidak punya kemampuan
Apa – apa untuk mengatasi apa yang sedang Engkau coba kepada kami.
Saat gempa telah mereda,kami bereskan semua barang – barang yang
Berserakan,aku gendong permata hatiku,kubawa ke kamar mandi untuk
Kumandikan,dalam pikiranku tidak terbayang bahwa itulah hari
Terakhir diriku memandikan permata hatiku.
Selesai kumandikan,kupakaikan bajunya serta kuberi bedak dan minyak wangi,setelah selesai semuanya,kami melangkahkan kaki ke rumah kakak yang tidak jauh jaraknya,demi mengetahui keadaan permata hatiku yang pertama.
Alhamdulillah Ya Allah,Engkau memang tidak membuat hambaMu berputus asa,kulihat permata hatiku yang pertama bercengkerama dengan melepaskan senyum menyambut kehadiran kami.
Selang berapa saat,Engkau gerakkan langkahku untuk meninggalkan rumah,hanya untuk mencari tahu bagaimana perjalanan orang tuaku yang saat itu sedang menuju ketempat kami.
Inilah ketentuanMu Ya Allah yang sampai detik ini diriku belum tau apa hikmahnya dibalik semua itu,karena begitu sepeninggalku Engkau kirimkan air laut dalam bentuk gelombang besar yang orang katakan sebagai tsunami,
Ya Allahhh………..,tidak dapat kubayangkan bagaimana anak dan istriku berusaha untuk mempertahankan hidup,bagaimana permata hatiku berjuang melawan ganasnya air tsunami,andai nya Ya Allah,diriku berada di sisi mareka
Tentu dapat kurasakan apa yang mareka rasakan.
Dalam kebimbangan,kuserahkan kehidupan istri dan permata hatiku ke tanganMu,semoga Engkau menjaganya.
Ya Allah,Engkau juga tidak menyia – nyiakan permohonanku,Engkau masih menyelamatkan seorang permata hatiku yang
Pertama walau ibunda dan adiknya Engkau bawa dalam dekapanMu
Ya Allah………,ternyata Engkau sangat menyintai istri dan
Permata hatiku,sehingga engkau tidak rela mareka dicintai oleh selain diriMu
Karena kekasihmu Rasulullah Muhammad SWA pernah mengatakan
Orang yang dicinta takkan berada jauh dari yang menyintainya
Sungguh…,diriku tidak sanggup menandingi memberikan cinta
Kepada istri dan permata hatiku denganMu Ya Allah,karena diriMu lah
Yang Maha mempunyai rasa kasih sayang dan cinta kepada hambaMu
Engkaulah pemilik dari rasa cinta dan kasih sayang itu
Ya Allah……..,Engkau telah menjemput istri dan permata hatiku,
Tempatkanlah mareka berdua di sisimu ya Allah.
Dengan mengharap pengampunan dosa dariMu,dengan segala keridhaan
Dari diriku sebagai seorang suami,ampunilah dosanya dan
Berilah tempat yang terbaik disisiMu Ya Allah
Karena Engkau telah berjanji bahwa keridhaan seorang suami
Bagi seorang istri akan mendapatkan tempat yang istimewa di sisimu
Di akhir warkah ini kuberharap padaMu Ya Allah….,berilah
Ketabahan bagi diriku dan permata hatiku yang masih Engkau
Beri keselamatan untuk menjalani hidup ini dalam
Mengumpulkan bekal untuk pergi menghadap diriMu di waktu
Yang tidak seorangpun bisa mengetahuinya
Semua yang saya alami itu telah menjadi rahmat
yang tidak terhingga dari Allah. Insyallah, saya akan selalu berdoa kepadamu
Istriku dan permata hatiku
Al-Fatihah untuk Ghaitsa Zahira Saffa Binti Munawar Khalil